Sejumlah elemen warga Tangerang Selatan terdiri atas ormas, organisasi remaja, kepemudaan, organisasi keagamaan dan komunitas2, pagi ini menggelar Aksi Tolak LGBT di Lapangan Cilenggang, Serpong, Tangsel. Aksi ini merupakan kelanjutan dari Diskusi Publik bertema “Bagaimanakah Menolak LGBT?” tanggal 20 Januari lalu yang digagas Forum Bersama Tangsel (FORBEST), yang merupakan forum kebersamaan ratusan Lembaga dan Tokoh Masyarakat di Tangsel dan sekitarnya.

FORBEST dalam keterangan persnya menyebutkan, data sementara, aksi ini didukung oleh 130 elemen masyarakat yang jumlahnya terus bertambah. Pembicara yang mengkonfirmasi hadir antara lain Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Ketua Umum ICMI Orda Tangsel Benyamin Davnie, DR Mulyanto mewakili FPKS DPR RI, Ali Taher FPAN, Irgan Chairul Mahfiz FPPP, Aziz Syamsudin FPG, , utusan FPGerindra, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Sekjen AILA Nurul Hidayati, Ketua FPI KH Ja’far Shodiq, Mayjen (Purn) Kivlan Zein dll.

Dalam keterangan pers yg ditandatangani Ketua FORBEST Arif Wahyudi dan sekretaris, Susan San Susilawati disebutkan pernyataan sikap FORBEST sbb:

1. Prilaku LGBT adalah perbuatan sex menyimpang yang merupakan kejahatan yang harus dipidana karena melanggar norma-norma agama dan sosial kemasyarakatan.

2. Pidana atas perbuatan prilaku LGBT tersebut tidak hanya berlaku untuk mereka yang melakukannya terhadap anak yang masih berusia di bawah 18 tahun atau anak-anak akan tetapi juga berlaku untuk mereka yang melakukannya dengan orang yang sudah berusia diatas 18 tahun.

3. Pidana atas perbuatan prilaku LGBT tersebut juga diberlakukan kepada mereka yang melakukannya secara sukarela.

4. Segala bentuk sosialisasi untuk mengkampanyekan LGBT dan perbuatan prilaku LGBT dinyatakan sebagai kegiatan terlarang.

5. Pidana atas perzinahan diberlakukan bukan hanya pada laki-laki dan perempuan yang sedang terikat dalam pernikahan melainkan juga berlaku bagi mereka yang tidak terikat dalam pernikahan.

Visit: