PROGRAM pelatihan dan permodalan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) cukup banyak, baik dilaksanakan oleh pihak swasta maupun pemerintah. Namun, hal itu ternyata belum membuahkan hasil yang optimal dalam pertumbuhan dan perkembangan pelaku UMKM.

Ketepatan penerima manfaat, maupun perkembangan dan pertumbuhan usaha penerima manfaat program yang tidak terpantau menjadi salah satu penyebabnya. Sementara, besarnya presentase pelaku usaha Mikro dan Kecil dibanding Usaha Menengah dan Mandiri sangat jauh didominasi jumlah pelaku usaha Mikro dan Kecil.

Dua hal tersebut merupakan sebuah tantangan besar bagi RPM (Rumah Pemberdayaan Masyarakat) untuk menyediakan solusinya. RPM, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat melihat perlu adanya tindakan pemantauan, pembimbingan (Counselling) sebagai sebuah konsep untuk melatih, mendidik dan mempercepat proses tumbuh dan kembang pelaku UMKM.

RPM tak hanya menyediakan pelatihan tapi juga informasi terkait perizinan usaha, peluang kemitraan serta konsultasi bisnis yang mencakup aspek aspek utama seperti pemasaran, keuangan dan produksi.

“Untuk itu, dibentuklah sebuah Program Klinik UMKM Syari’ah, sebagai sebuah wadah Bertumbuh dan berkembang para pelaku UMKM yang berfokus pada mempercepat perubahan kelas pelaku UMKM,” demikian dijelaskan Wisnu Febry Pradana, sekretaris Yayasan RPM sekaligus Direktur Klinik UMKM.

Menurut Bang Dan, sapaan akrab Wisnu, RPM merasa perlu untuk membangun kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya program ini.

“Layaknya klinik sebagai garda pertama penanganan permasalahan kesehatan, Klinik UMKM juga akan menjadi garda pertama dalam menangani permasalahan usaha,” jelasnya, seraya menambahkan, program ini tidak hanya ditujukan untuk para pelaku UMKM, tapi juga terbuka untuk masyarakat yang baru akan memulai usaha.

Bekerjasama dengan beberapa pihak, program ini telah dilaksanakan pada Sabtu (19/5/2018) di Gerai Dompet Dhuafa Ciputat, Tangerang Selatan. Dijelaskan Ahmad Husen, Ketua Yayasan RPM, Klinik UMKM adalah salah satu bentuk komitmen yasasan dalam melaksanakan pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM.

“Semoga Klinik UMKM bisa menjadi solusi permasalahan UMKM khususnya di Tangsel dan UMKM Indonesia pada umumnya, RPM mengajak semua pihak untuk turut serta bersinergi, sehingga program klinik UMKM dapat berjalan dengan baik dan menjadi program unggulan bagi UMKM, pemerintah, lembaga zakat dan perusahaan swasta,” ujar Ahmad Husen.

Sementara itu Direktur Utama Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan, mengapresiasi dan mendukung terlaksananya program Klinik UMKM dengan fasilitas tempat, wi-fi dan perlengkapan untuk kegiatan konsultasi bisnis.

“Klinik UMKM adalah ide yang brilian. Dan lebih brilian lagi jika anda mencobanya,” ujar Imam Rulyawan.

Program ini sudah disosialisasikan pada acara UKM jalan bersama yang digelar di Plaza Rakyat oleh Dinas Koperasi dan UKM kota Tangsel. Direncanakan, akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 09.00 s/d 12.00, tidak hanya di bulan Ramadhan, tapi juga selepas bulan Ramadhan.

“Kami mengundang rekan rekan pelaku UMKM untuk hadir dan memanfaatkan program program Klinik UMKM,” tambah Ahmad Husen.