TANGSEL – Jika diberdayakan, pemuda dapat menjadi pendorong kemajuan ekonomi umat islam. Rumah Pemberdayaan masyarakat (RPM), sebuah yayasan yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat
melihat potensi ini. Karena itu, RPM membentuk sebuah akademi wirausaha untuk melatih dan medidik para pemuda muslim dan melahirkan 100 wirausaha muda digital selama tahun 2018.

Demikian diungkapkan Ahmad Husen, Ketua Yayasan RPM, dalam siaran persnya kepada Seputartangsel. Menurutnya, pemberdayaan diprioritaskan kepada para pemuda yang belum memiliki usaha, santri dan para penghapal Alquran binaan RPM dan sejumlah pemuda-pemudi yang berdomisili di Tangerang Selatan.

RPM kemudian menunjuk Sekretaris Yayasan, Wisnu Febry Pradana, menjadi penanggung jawab
pelaksanaan program “DigiPreneur Muda”.

“Kita akan tembus, 100 pemuda Digi preneur yang akan kita bina untuk tahun ini” tandas Ahmad Husen.

Melihat potensi program ini, RPM mengambil sebuah langkah strategis untuk bekerja sama dengan Laznas BSM sebagai salah satu pihak pendukung program. Saat ini, program Digipreneur muda sudah memasuki angkatan ke-4.

Kegiatan Digipreneur Muda dilaksanakan secara rutin dengan konsep pelatihan serta kegiatan magang di bazar UMKM. Selain diadakan di kantor pusat Yayasan RPM, kegiatan pelatihan ini juga rutin diadakan di salah satu mitra program, yakni Banten Resto.

Tylas Setyana, salah satu lulusan program Digipreneur batch-1 mengungkapkan, dengan mengikuti program ini, ia bertambah yakin mampu memenuhi mimpinya untuk memilik penghasilan yang berkah dan melimpah di tahun 2018 melalui bisnis ONline.

“Alhamdulillah, terimakasih sudah diijinkan bergabung dengan program Digipreneur Muda. Melalui ini, saya bisa menambah pundi-pundi income saya. Seru, bisa bertemu rekan-rekan baru yang enerjik,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Sodikin, peserta Digipreneur Muda batch-2.

“Suatu keberuntungan dan kebahagiaan bagi saya bisa mengikuti program Digipeneur Muda, sebuah program yang terselenggara sebagai bentuk kepedulian atas kesuksesan pemuda,” ujarnya.