PAMULANG – Rabu (11/4/2018) pekan lalu, parkiran di RSU Kota Tangsel disegel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangsel. Penyebabnya, pengelola parkir telah tiga tahun beroperasi tanpa izin.

Ketika itu, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Kota Tangsel Oki Rudianto kepada wartawan mengatakan, penyegelan ini didasari atas peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Perparkiran.

“Pengelola parkir melanggar Pasal 8 ayat 2. Jika setelah kami segel hari ini pengelola masih beroperasi, akan kami tingkatkan ke sanksi pidana,” kata Oki.

Dijelaskan, Pasal 8 ayat 2 menegaskan setiap orang atau badan, dilarang menyelenggarakan perparkiran dan atau mengatur perparkiran tanpa izin Wali Kota Tangsel atau pejabat yang berwenang.

Meski telah tiga tahun beroperasi, pihaknya mengaku baru mengetahui perparkiran yang dioperasikan PT Jembar Bangkit Perkasa ini tak memiliki izin.

“Kami baru tahu, setelah pihak RSUD menyurati kami, dan saat kami cek, benar perusahaan ini tak bisa menunjukkan izin resminya. Maka kami segel,” katanya.

Hari ini, Selasa (17/4/2018) @seputartangsel dikirimi foto karcis parkir yang diterima pengguna kendaraan saat memasuki area RSU Tangsel. Coba kita tanya bu @airinrachmidiany dan @praja_wibawa_tangsel, apakah ini pengelola parkir baru yg sudah mendapat izin Walikota Tangsel atau pejabat berwenang sesuai perda yg disebutkan di atas?

Mohon dicatat, ini bukan hujatan tapi pertanyaan warga lewat @seputartangsel. Mudah2an bu Airin atau pejabat yg berwenang, berkenan menjawab.

 

Kunjungi juga:

View this post on Instagram

. Rabu (11/4/2018) pekan lalu, parkiran di RSU Kota Tangsel disegel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangsel. Penyebabnya, pengelola parkir telah tiga tahun beroperasi tanpa izin. . Ketika itu, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Kota Tangsel Oki Rudianto kepada wartawan mengatakan, penyegelan ini didasari atas peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Perparkiran. . “Pengelola parkir melanggar Pasal 8 ayat 2. Jika setelah kami segel hari ini pengelola masih beroperasi, akan kami tingkatkan ke sanksi pidana,” kata Oki. . Dijelaskan, Pasal 8 ayat 2 menegaskan setiap orang atau badan, dilarang menyelenggarakan perparkiran dan atau mengatur perparkiran tanpa izin Wali Kota Tangsel atau pejabat yang berwenang. . Meski telah tiga tahun beroperasi, pihaknya mengaku baru mengetahui perparkiran yang dioperasikan PT Jembar Bangkit Perkasa ini tak memiliki izin. . “Kami baru tahu, setelah pihak RSUD menyurati kami, dan saat kami cek, benar perusahaan ini tak bisa menunjukkan izin resminya. Maka kami segel,” katanya. . Hari ini, Selasa (17/4/2018) @seputartangsel dikirimi foto karcis parkir yang diterima pengguna kendaraan saat memasuki area RSU Tangsel. Coba kita tanya bu @airinrachmidiany dan @praja_wibawa_tangsel, apakah ini pengelola parkir baru yg sudah mendapat izin Walikota Tangsel atau pejabat berwenang sesuai perda yg disebutkan di atas? . Mohon dicatat, ini bukan hujatan tapi pertanyaan warga lewat @seputartangsel. Mudah2an bu Airin atau pejabat yg berwenang, berkenan menjawab. . Foto kiriman: @gumilang89 . . . #rsutangsel #parkirrsutangsel #pamulang #tangsel #tangerang #tangerangselatan #seputartangsel #walikotatangsel #satpolpptangsel #airinrachmidiany .

A post shared by Seputar Tangsel (@seputartangsel) on