Macet telanjur jadi masalah abadi Jakarta. Berbagai jurus sudah dilancarkan. Pada era Gubernur Sutiyoso, misalnya, Pemprov DKI memberlakukan sistem 3 in 1 di jalan2 protokol.

Bukannya lancar, jalanan justru kian macet, terutama di pintu-pintu masuk jalan protokol. Para joki, tua, muda, hingga bocah bau kencur menyemut, berebut menawarkan jasa, jadi penumpang bayaran. Mobil2 pun banyak diparkir di pinggir jalan, menanti jam 3 in 1 berakhir.

Aturan warisan Sutiyoso kemudian berakhir pada 16 Mei 2016 di tangan Gubernur Ahok.
Ahok menggantinya dengan aturan ganjil genap.

Solusi kian sempit. Kini, harapan mengurangi macet Jakarta bertumpu pada Electronic Road Pricing (ERP) alias jalan berbayar. ERP sejatinya wacana lama, sejak Jokowi masih jadi Gubernur DKI Jakarta. Tiang sensor ERP juga sudah pernah dipasang di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Namun, belakangan wacana jalan berbayar itu kembali muncul, meski agak “belok”. Kini yang sedang heboh justru soal kabar mobil masuk Jakarta harus bayar. Isu pun berkembang liar hingga soal wacana “balas dendam” daerah: mobil Jakarta juga harus bayar saat masuk wilayah lain.

Saat ditelusuri, isu tersebut muncul dari pernyataan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, kepada sejumlah wartawan, pada Jumat 23 Maret 2018.

Kala itu ia menilai, aturan ganjil genap hanya solusi jangka pendek. Bambang berharap, Pemprov DKI jadi memberlakukan jalan berbayar di pintu masuk Ibu Kota. Namun, tak hanya mobil dari luar kota yang harus bayar. Aturan juga akan diberlakukan untuk kendaraan plat B.

“Iya, sepertinya ada salah interpretasi. Saya minta maaf ketika penjelasan saya kurang jelas, sehingga menimbulkan interpretasi lain,” kata Bambang.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi para pewarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku baru mendengar soal wacana mobil masuk Jakarta harus bayar. Menurut dia, aturan ERP di gerbang Ibu Kota baru wacana.

Ooh… baru wacana…

Berita dan Infografis: Liputan6.com

 

Kunjungi juga:

View this post on Instagram

. Mobil masuk Jakarta harus bayar??? . Macet telanjur jadi masalah abadi Jakarta. Berbagai jurus sudah dilancarkan. Pada era Gubernur Sutiyoso, misalnya, Pemprov DKI memberlakukan sistem 3 in 1 di jalan2 protokol. . Bukannya lancar, jalanan justru kian macet, terutama di pintu2 masuk jalan protokol. Para joki, tua, muda, hingga bocah bau kencur menyemut, berebut menawarkan jasa, jadi penumpang bayaran. Mobil2 pun banyak diparkir di pinggir jalan, menanti jam 3 in 1 berakhir. . Aturan warisan Sutiyoso kemudian berakhir pada 16 Mei 2016 di tangan Gubernur Ahok. Ahok menggantinya dengan aturan ganjil genap. . Solusi kian sempit. Kini, harapan mengurangi macet Jakarta bertumpu pada Electronic Road Pricing (ERP) alias jalan berbayar. ERP sejatinya wacana lama, sejak Jokowi masih jadi Gubernur DKI Jakarta. Tiang sensor ERP juga sudah pernah dipasang di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. . Namun, belakangan wacana jalan berbayar itu kembali muncul, meski agak "belok". Kini yang sedang heboh justru soal kabar mobil masuk Jakarta harus bayar. Isu pun berkembang liar hingga soal wacana "balas dendam" daerah: mobil Jakarta juga harus bayar saat masuk wilayah lain. . Saat ditelusuri, isu tersebut muncul dari pernyataan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, kepada sejumlah wartawan, pada Jumat 23 Maret 2018. . Kala itu ia menilai, aturan ganjil genap hanya solusi jangka pendek. Bambang berharap, Pemprov DKI jadi memberlakukan jalan berbayar di pintu masuk Ibu Kota. Namun, tak hanya mobil dari luar kota yang harus bayar. Aturan juga akan diberlakukan untuk kendaraan plat B. . "Iya, sepertinya ada salah interpretasi. Saya minta maaf ketika penjelasan saya kurang jelas, sehingga menimbulkan interpretasi lain," kata Bambang. . Sebelumnya, saat dikonfirmasi para pewarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku baru mendengar soal wacana mobil masuk Jakarta harus bayar. Menurut dia, aturan ERP di gerbang Ibu Kota baru wacana. . Ooh… baru wacana… . Berita dan Infografis: Liputan6.com . . . #erp #electronicroadpricing #masukjakartabayar #jabodetabek #tangsel #tangerang #tangerangselatan #seputartangsel #depok #bekasi #bogor .

A post shared by Seputar Tangsel (@seputartangsel) on