Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji terus menyosialisasikan anti lesbian, gay, biseksual dan transgender ( LGBT) di Aceh Utara.

Hari ini, pria yang namanya meroket setelah menembak mati teroris di kawasan Sudirman, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, itu menyosialisasikan anti-LGBT di SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Jumat (9/2/2018).

Sebelumnya, Untung mencukur rambut 12 wanita pria (waria) dan menutup salon di Aceh Utara menjadi viral di media sosial. Pegiat hak asasi manusia di Jakarta memprotes aksi itu.

Namun, Untung mendapat dukungan ribuan warga Aceh, termasuk Gubernur Irwandi Yusuf terkait aksi penertiban salon dan pembinaan waria di Aceh.

“Pertama jangan anak-anakku. Kalian semua mengonsumsi narkoba, dekat pun jangan. Bahaya, melanggar hukum itu. Kedua, ini negeri tanah rencong, bukan negeri bencong, LGBT itu bisa disembuhkan,” katanya.

Dia menjelaskan sudah berbicara dengan sejumlah ulama di Aceh soal aksinya membina waria.

“Saya tanyakan kepada ulama untuk orang laki-laki dan perempuan ada doa. Kalau untuk waria tidak ada doanya. Dengan itu, saya timbul niat untuk menertibkan, jangan mengubah kodrat kalian,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, syariat Islam harus ditegakkan di Aceh sesuai qanun (peraturan daerah) yang sudah disahkan pemerintah.

“Jagan mengubah karaktermu dan jangan mencoba-coba mengubah Serambi Mekah. Aceh tanah rencong bukan tanah bencong,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Untung memberikan beasiswa untuk dua siswa, yaitu Rinatul Mauzirah dan Zainuddin. Keduanya berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Sebelumnya diberitakan, aksi AKBP Untung menjadi viral di media sosial setelah sejumlah media massa menulis aksinya membina 12 waria di Aceh Utara. Untung mengklaim 12 waria itu sudah gagah layaknya pria dewasa. Mereka kini telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah digembleng di Mapolres Aceh Utara.

Sumber: Kompas