SERPONG – Pada tahun 2017, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016 yang tercatat mencapai 132,7 juta jiwa. Data hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2017 tersebut mencakup 54,68 persen dari total populasi Indonesia yang mencapai 262 juta orang.

Pengguna Smartphone di Indonesia juga terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun 2016 saja sudah mencapai 65,2 juta pengguna, di tahun 2017 mencapai 74,9 juta pengguna, di tahun 2018 diprediksi mencapai 83,5 juta pengguna, dan di tahun 2019 diprediksi mencapai 92 juta pengguna.

Indonesia diprediksi pada tahun 2020 akan menjadi negara digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Dengan potensi yang dimiliki Indonesia ini, ditargetkan tercipta sekitar 1000 technopreneur dan value bussines-nya kurang lebih 10 miliar dollar AS, dan harapannya kalau roadmap ini berjalan dengan baik, maka pada tahun 2020 diprediksi nilai inti E-Commerce ini mencapai 130 miliar dollar AS.

Tren digitalisasi ekonomi sedang terjadi di dunia. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah perilaku konsumen dan juga cara berbisnis. Gejala yang tak terhindarkan telah terjadi di tiap lini ekonomi. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi digital. Ini terlihat dari aktivitas digital penduduk Indonesia cukup tinggi terutama dalam belanja online.

Smartphone memiliki peran fundamental dalam keseharian penduduk Indonesia. Rata-rata empat jam setiap hari waktu yang dihabiskan untuk berselancar di dunia maya melalui ponsel, terutama terkoneksi dengan media sosial. Mereka kebanyakan adalah penduduk berusia muda.

Anak muda telah menjadi konsumen utama ekonomi digital. Saat ini, mereka yang lahir pasca-1980 atau yang sering disebut sebagai generasi milenial, yang menentukan arah pasar ke depan. Lembaga konsultan Solidiance memprediksi jumlah generasi milenial Indonesia akan mencapai 50 persen dari total populasi pada 2027.

Sebagai digital native, generasi milenial menginginkan kemudahan dalam melakukan transaksi. Perangkat mobile dan media sosial akan berperan penting dalam aktivitas keseharian. Tak terhindarkan permintaan akan layanan berbasis teknologi digital akan meningkat drastis.

Di sektor retail dan transportasi, pola interaksi pemberi layanan dengan konsumen sudah mengalami perubahan dan menciptakan efek domino ke bisnis konvensional. Kemunculan startup berbasis aplikasi digital seperti Gojek, Uber, Traveloka, Tokopedia, hingga Bukalapak telah memengaruhi kinerja bisnis retail dan transportasi konvensional.

Pemerintah saat ini sedang mendorong para pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk makin terhubung ke jaringan internet, atau diistilahkan “go online”. Menurut data sekitar 3,97 juta UMKM sudah go online saat ini, namun angka itu masih terhitung sedikit dibandingkan dengan total UMKM di Indonesia yang mencapai 59,2 juta. Sehingga pemerintah menargetkan 8 juta UMKM go online pada 2019.

Untuk membantu pengusaha UMKM untuk makin “go online”, saat ini tersedia solusi dari COMPRO – mobile apps builder, yang bisa menjadi salah satu alternatif solusi bagi para pengusaha UMKM untuk go online secara mobile, agar dapat mengikuti trend dan kebutuhan pasar ekonomi digital yang didominasi oleh penggunaan Smartphone sebagai perangkat pendukung kehidupan masyarakat yang semakin mobile.

Dengan solusi dari COMPRO – mobile apps builder, para pengusaha UMKM dapat membuat aplikasi-aplikasi yang mendukung usaha UMKM mereka dengan mudah dan cepat, tanpa perlu memahami bahasa pemrograman (coding). Mobile Apps dapat dipublish di Google Play Store dan Apple App Store. Yang terpenting adalah Live update, dimana perubahan konten dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja oleh para pengusaha UMKM tersebut.

“Kafe kami mendukung program pemerintah dalam menargetkan 8 juta UMKM go online pada 2019. Selain menyediakan fasilitas wifi internet untuk bekerja secara digital, kafe kami juga menyediakan beberapa ruangan berciri khas kafe kekinian, dengan dekorasi modern yang dipenuhi mural berwarna-warni. Di lantai 2 tersedia ruangan khusus ber-AC, yang dapat digunakan pertemuan-pertemuan bisnis, acara talkshow, seminar, meeting, perkenalan produk-produk baru, dan lainnya. Bahkan di lantai 3 tersedia ruangan VIP untuk acara-acara yang lebih khusus untuk kebutuhan-kebutuhan yang lebih personal. Juga panggung di lantai 1 untuk mereka yang ingin berekspresi seni, sepanjang jam operasional kafe kami,” ungkap Erdianto W Setiawan – pemilik What’s Up Café outlet Serpong ini.

“Bisnis tidak akan pernah sepi, jika para pengusaha UMKM bersedia menyesuaikan bisnis mereka mengikuti trend ekonomi era digital. Salah satunya dengan solusi dari COMPRO – mobile apps builder, yang diharapkan membantu para pengusaha UMKM untuk go online secara mobile,” ungkap Richard Picauly penuh optimis, salah satu pengusaha di Tangerang Selatan yang juga acara talkshow Bisnisku Semakin Untung di Era Digital – Senin 9/4/2018
di @whatsupcafebsd.

Bagi pengusaha UMKM di Tangerang Selatan yang penasaran dengan COMPRO – mobile apps builder, ikuti talkshow ini. Langsung saja berkunjung ke What’s Up Cafe outlet Serpong yang terletak di area Serpong Greenview Apartement – Akasa Apartement, di Jalan lengkong Gudang Timur Raya, Serpong, Tangerang Selatan.

Atau bisa menghubungi langsung kafe ini ke nomor telepon 021-22230002 , 081251717151, atau 083819957727 (Via), 085720995827 (Lisna).

 

Kunjungi juga:

View this post on Instagram

. Talkshow Bisnisku Semakin Untung di Era Digital – Senin 9/4/2018 . Tren digitalisasi ekonomi sedang terjadi di dunia. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah perilaku konsumen dan juga cara berbisnis. . Pemerintah saat ini sedang mendorong para pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk makin terhubung ke jaringan internet, atau “go online”. Menurut data, sekitar 3,97 juta UMKM sudah go online saat ini, namun angka itu masih terhitung sedikit dibandingkan dengan total UMKM di Indonesia yang mencapai 59,2 juta. . Untuk membantu pengusaha UMKM makin “go online”, saat ini tersedia solusi dari COMPRO – mobile apps builder, yang bisa menjadi salah satu alternatif solusi bagi para pengusaha UMKM untuk go online secara mobile, agar dapat mengikuti trend dan kebutuhan pasar ekonomi digital yang didominasi oleh penggunaan Smartphone. . Dengan solusi dari COMPRO – mobile apps builder, para pengusaha UMKM dapat membuat aplikasi-aplikasi yang mendukung usaha UMKM mereka dengan mudah dan cepat, tanpa perlu memahami bahasa pemrograman (coding). Mobile Apps dapat dipublish di Google Play Store dan Apple App Store. . “Bisnis tidak akan pernah sepi, jika para pengusaha UMKM bersedia menyesuaikan bisnis mereka mengikuti trend ekonomi era digital. Salah satunya dengan solusi dari COMPRO – mobile apps builder,” ungkap Richard Picauly penuh optimis, salah satu pengusaha di Tangerang Selatan yang juga menggagas acara talkshow Bisnisku Semakin Untung di Era Digital – Senin 9/4/2018 di @whatsupcafebsd. . Anda penasaran dg COMPRO – mobile apps builder? Ikuti takshownya! Langsung saja ke What's Up Cafe outlet Serpong yg terletak di area Serpong Greenview Apartement – Akasa Apartement, di Jalan lengkong Gudang Timur Raya, Serpong, Tangerang Selatan. Atau bisa menghubungi langsung kafe ini ke nomor telepon 021-22230002 , 081251717151, atau 083819957727 (Via), 085720995827 (Lisna). . Follow: @whatsupcafebsd . . . #talkshowbisnisdigital #bisnisdigital #pisanggorengsambalroa #sambalroa #cabecabean #bebekcabecabeanbsd #cabecabeanbsd #whatsupcafeserpong #whatsupcafe #whatsupcafebsd #serpong #bsdcity #tangsel #tangerang #tangerangselatan #seputartangsel .

A post shared by Seputar Tangsel (@seputartangsel) on