Polres Tangerang Selatan akan memberikan sanksi berupa pelayanan sosial kepada tersangka kepemilikan senjata tajam yang masih di bawah umur. Sanksi itu diberikan setelah mereka mendapatkan pembinaan.

“Mereka kita berikan pembinaan, setelah itu mungkin akan dijadikan petugas marbot masjid, petugas perpustakaan, dan sejenisnya,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander Yurikho di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Rabu (27/12/2017).

Alexander mengatakan tersangka di bawah umur yang akan diberi sanksi sosial itu berjumlah 20 orang. Mereka ditangkap karena kedapatan memiliki senjata tajam pada 17 Desember silam.

Saat ini mereka masih dalam tahap pembinaan dan ditempatkan di tahanan anak Polres Tangsel. Hukuman tersebut diberikan karena para tersangka belum sempat melakukan tindakan kejahatan saat tertangkap.

“Jadi kita beritakan sanksi sosial, karena ini belum sempat kejadian. Kalau sudah kejadian, hukuman harus sampai vonis pengadilan,” lanjut Alexander.

Pembinaan kepada para tersangka itu melibatkan P2TP2A dan Dinas Sosial Tangsel. Tak hanya memberikan penyuluhan pada tersangka di bawah umur, mereka juga memberikan pencerahan kepada orang tua tersangka.

“Kepada tersangka anak ini kita berikan penyadaran bahwa apa yang mereka lakukan akan ada risikonya. Tapi kita katakan juga bahwa semua tidak berakhir sampai di sini,” kata Ketua P2TP2A Tangsel Herlina Mustikasari.

Terkait rencana sanksi pelayanan sosial yang akan diberikan kepada bara tersangka, Herlina menyebut pihaknya juga siap membantu. Mereka akan berkoordinasi dengan Dinsos maupun Dewan Masjid.

“Untuk teknisnya seperti apa, itu yang sedang kita rundingkan karena perlu Dewan Masjid, perlu juga dengan Dinas Sosial,” pungkasnya.

Foto dan Berita: Detikcom

View this post on Instagram

. Biar kapok…eh tobat 😂 . 20 ABG Tersangka Kepemilikan Sajam akan Dijadikan Marbot Masjid . Polres Tangerang Selatan akan memberikan sanksi berupa pelayanan sosial kepada tersangka kepemilikan senjata tajam yang masih di bawah umur. Sanksi itu diberikan setelah mereka mendapatkan pembinaan. . "Mereka kita berikan pembinaan, setelah itu mungkin akan dijadikan petugas marbot masjid, petugas perpustakaan, dan sejenisnya," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander Yurikho di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Rabu (27/12/2017). . Alexander mengatakan tersangka di bawah umur yang akan diberi sanksi sosial itu berjumlah 20 orang. Mereka ditangkap karena kedapatan memiliki senjata tajam pada 17 Desember silam. . Saat ini mereka masih dalam tahap pembinaan dan ditempatkan di tahanan anak Polres Tangsel. Hukuman tersebut diberikan karena para tersangka belum sempat melakukan tindakan kejahatan saat tertangkap. . "Jadi kita beritakan sanksi sosial, karena ini belum sempat kejadian. Kalau sudah kejadian, hukuman harus sampai vonis pengadilan," lanjut Alexander. . Pembinaan kepada para tersangka itu melibatkan P2TP2A dan Dinas Sosial Tangsel. Tak hanya memberikan penyuluhan pada tersangka di bawah umur, mereka juga memberikan pencerahan kepada orang tua tersangka. . "Kepada tersangka anak ini kita berikan penyadaran bahwa apa yang mereka lakukan akan ada risikonya. Tapi kita katakan juga bahwa semua tidak berakhir sampai di sini," kata Ketua P2TP2A Tangsel Herlina Mustikasari. . Terkait rencana sanksi pelayanan sosial yang akan diberikan kepada bara tersangka, Herlina menyebut pihaknya juga siap membantu. Mereka akan berkoordinasi dengan Dinsos maupun Dewan Masjid. . "Untuk teknisnya seperti apa, itu yang sedang kita rundingkan karena perlu Dewan Masjid, perlu juga dengan Dinas Sosial," pungkasnya. . Foto dan Berita: Detikcom . . . #tawuran #abgalay #bocahingusan #pondokranji #ciputat #timvipers #polrestangsel #tangsel #tangerang #tangerangselatan #seputartangsel #polisiindonesia. .

A post shared by Seputar Tangsel (@seputartangsel) on